Breaking

Sunday, March 11, 2012

Petualangan di Desa Wisata Cinangneng, Bogor

Kampung Wisata Cinangneng - Jalan-jalan sambil kuliah, menyenangkan sekali rasanya.  Walaupun selepas pulang harus memikirkan laporannya, namun tidak akan mengurangi asiknya jalan-jalan.  Hari ini saya dan teman sekelas melaksanakan kunjungan ke Kampung Wisata Cinangneng, Kabupaten Bogor.  Lokasinya tidak jauh d dari rumah kontrakan saya di Cibanteng Proyek.  Papan namanya cukup jelas berdiri di depan jalan masuk ke kampung Cinangneng.
Guest House Garden Kampung Wisata Cinangneng (Dok. Paradise)
Memasuki halaman depan rumah manajemen Kampung Wisata milik Hester Basuki ini, kita langsung merasakan teduhnya pohon-pohon yang jarang kita temui di perkotaan.  Bahkan untuk kabupaten Bogor sekalipun.  Tanaman-tanaman tumbuh rapat namun tetap tertata di dalam halamannya.
Pagi hari jam 9, tanpa banyak cerita kami langsung memulai agenda kunjungan ini yang memang padat.  Agenda pertama adalah memainkan suatu lagu kebangsaan kita, “Rayuan Pulau Kelapa”.  Apakah terdengar biasa? 
Persiapan Main Angklung (Dok. Delyanet)
Tentu saja ini luar biasa, setelah sekian lama tidak pernah lagi menyanyikan lagu-lagu kebangsaan hari ini saya kembali lagi menyanyikannya.  Dan yang lebih luar biasa lagi, saya memainkan lagu ini bersama teman-teman 20 orang tambah seorang dosen dan seorang wisman dari Ausy dengan alat musik Angklung.  You know what? This is my first time to play music with Angklung.  Entah kenapa sangan menyenangkan sekali rasanya memainkannya, serasa tidak ingin berhenti dan terus memainkannya.  Setelah Rayuan Pulau kelapa kami memainkan Tokecang dan dilanjutkan satu lagu sunda yang dimainkan tanpa angklung.

Menjemur Padi (Dok. Paradise)
Kegiatan  dilanjutkan dengan kunjungan ke perkampungan cinangneng.  Dalam perjalanan ini kami diajak untuk melihat tempat penggilingan padi dan beberapa pengrajin kerajinan tangan seperti tas, jaket, dan alat-alat permainan tradisional.  Namun karena kami datang pada hari minggu, sebagian besar pengrajin tersebut sedang libur akhir pekan.

Ladang Masyarakat (Dok. Paradise)
Meninggalkan kawasan permukiman, kami berjalan di tepi persawahan dan ladang yang sebagiannya adalah milik pemilik manajemen kampung wisata ini.  Beberapa komoditas yang ditanam di ladang tersebut antara lain bengkoang, kacang tanah, dan ubi jalar serta singkong.  Hamparan sawah dan ladang ini menghadirkan rasa lega dan lapang.

Belajar Menanam Padi (Dok. Paradise)
Setelah keliling kampung, sawah dan ladang, kami kembali mengarah ke guest house, bukan untuk kembali.  Sawah yang kosong telah disiapkan untuk kami melakukan simulasi menanam padi.  Celana panjang pun digulung, tanpa rasa jijik sama sekali kami semua turun ke sawah dan mulai menancapkan bibit-bibit padi yang sudah disiapkan sebelumnya oleh pegawai manajemen.  Jadilah sebuah sawah yang ditanami padi oleh petani-petani amatir, tanpa arah yang teratur dan miring sana-sini.  Lumpur pun menghiasi sebagian badan kami, apalagi yang beberapa hari lalu berulang tahun.
Lumpur di badan dari sawah kami bersihkan di sungai Cinangneng, di tempat kami mencuci tersebut telah ada seutas tali tambang yang panjang memotong sungai, coba tebak apa yang ada di seberang sungai...... (Bersambung)

1 comment:

  1. Saya tertarik dengan informasi mengenai tempat wisata diatas. Indonesia memang Negeri yang memiliki keanekaragaman tempat wisata yang memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing.Selain itu, tulisan diatas sangat menarik untuk dipelajari yang dapat menambah wawasan kita mengenai lndonesia. Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Explore Indonesia yang bisa anda kunjungi di Explore Indonesia

    ReplyDelete