• Petualangan dan Lingkungan

    Monday, January 28, 2013

    Candi Cangkuang, Garut, Jabar (2)

    Berdasarkan wasiat dari Arif Muhammad pendiri Kampung Pulo, kampung ini hanya boleh di huni oleh 6 kepala keluarga. Jika terjadi pembentukan keluarga baru, maka harus ada yang keluar dari kampung. Yang keluar bisa saja keluarga yang lama, bisa juga keluarga yang bariu terbentuk. Jika ada kepala keluarga yang wafat dan tidak diteruskan atau ada keluarga yang keluar dari kampung, keluarga tersebut harus digantikan dengan memasukkan anggota keluarga Kampung Pulo yang tinggak di luar pulau. Karena adanya aturan adat ini, penduduk Kampung Pulo tidak akan lebih dari 6 kepala keluarga. Suasana kampung ini terlihat lengang selain karena memang sedikit jumlahnya, penduduk kampung Pulo hampir semuanya berjualan di dekat gerbang masuk kampung.

    Masjid Kampung Pulo, Situ Cangkuang

    Anak Tangga menuju Candi Cangkuang
    Beranjak dari Kampung Pulo, kita akan disambut anak tangga yang menuju ke Candi Cangkuang. Sebenarnya candi ini tidak memiliki nama, karena tidak di temukan prasasti yang menunjukkan nama dari candi ini. Nama Cangkuang berasal dari jenis tanaman yang cukup mudah di temui di sekitar candi ini.

    Buah Cangkuang
    Di puncak anak tangga yang kita daki dari kampung Pulo, berdiri Candi Cankuang di titik tertinggi pulau kecil ini. Di samping candi terdapat makam Arif Muhammad yang mendirikan kampung Pulo. Hingga saat ini, Candi C angkuang merupakan candi misterius karena tidak jelas siapa yang mendirikan dan kapan didirikannya. Sekitar 15 meter dari Candi Cangkuang, terdapat bangunan museum dimana disimpan barang-barang bersejarah yang menghiasi perjalanan waktu Candi yang hilang ini. Di museum ini kita dapat mendengarkan penuturan petugas dari Dinas Pariwisata Kab. Garut tentang sejarah kawasan Situ Cangkuang, Kampung Pulo dan Candi Cangkuang. Setelah mendengarkan perjelasan dari petugas kita dapat masuk dan mengamati barang-barang yang disimpan didalam museum.

    Melihat Candi dan isi museum adalah acara puncak kunjungan kita ke Situ Cangkuang, selanjutnya kita dapat berkeliling pulau menikmati pemandangan atau langsung pulang setelah membeli souvenir di batas desa Kampung Pulo. Lalu kembali naik rakit bambu untuk menyeberangi situ dan kembali ke gerbang masuk kawasan wisata Situ Cangkuang.

    No comments:

    Post a Comment

    Fashion

    Beauty

    Travel