Breaking

Monday, January 28, 2013

Candi Cangkuang, Garut, Jabar (1)

Candi Cangkuang mungkin tidak terdengar asing bagi masyarakat kota Garut, tapi bagi saya liburan beberapa minggu lalu menjadi kali  pertama mendengar nama candi Cangkuang. Desa Cangkuang berada di bagian utara kabupaten Garut dan termasuk Kecamatan Leles, tepatnya berjarak 17 km dari ibukota Kab. Garut atau 46 km dari Bandung. Dalam perjalanan kemarin saya menggunakan mobil sewaan dengan salah seorang teman sebagai supirnya.

Candi Cankuang dan Makam Arif Muhammad
Untuk anda yang ingin kesana bisa menggunakan kendaraan umum. Untuk yang dari  Bandung, sebelum sampai Garut kita akan ketemu dengan kecamatan Leles, di Leles terdapat papan penunjuk jalan yang menunjukkan posisi Candi Cangkuang. Masuk ke dalam sejauh kurang lebih 3 km, melewati jalan beraspal dapat dilalui oleh kendaraan baik roda dua maupun empat, angkutan tradisional juga masih ada, yaitu delman ( andong ).

Rakit Penyeberangan Situ Cangkuang

Dalam perjalanan 3 km kita dapat  menikmati pemandangan sawah yang menghijau (kalau sudah ditanam dan belum masa panen) serta jejeran pegunungan. Sesampainya di di gerbang kawasan wisata Situ Cangkuang, kita bisa langsung masuk untuk membeli karcis rakit yang tersedia di loket penjualannya. Untuk sampai ke Candi Cangkuang, kita harus menyeberangi Situ Cangkuang menggunakan rakit bambu. Yang baru akan bergerak menyeberang setelah penumpangnya mencapai 20 orang (kapasitas maksimal 25 orang).  Dalam penyeberangan tersebut kita dapat melihat dasar sungai yang ditumbuhi Hydrilla yang bergoyang-goyang karena rakit kita yang sedang lewat.

Pemandangan Situ Cangkuang
Sesampainya di daratan candi Cangkuang, kita akan melewati lapak-lapak milik penduduk asli Kampung Pulo yang menjadi penghuni asli "pulau" kecil ini. Anda dapat berbelanja cenderamata di lapak-lapak ini, namun agar tidak repot sebaiknya belanjanya setelah berjalan-jalan di candi saja. Dari lapak-lapak tadi kita akan lansung masuk ke area perumahan Kampung Pulo. Di dalam Kampung Pulo ini hanya terdapat 7 bangunan, terdiri dari 6 bangunan rumah tinggal dan 1 bangunan tempat ibadah berupa masjid. Sejak awal didirikan kampung ini memang hanya berisi 6 rumah dengan masing-masing rumah berisi satu kepala keluarga.

Selanjutnya

No comments:

Post a Comment

Adbox