Breaking

Monday, February 24, 2014

Bagaimana cara menghitung ikan lautan?

Bisakah kita menghitung jumlah ikan di laut?
Walaupun sulit, ternyata kita bisa menghitung jumlah ikan di laut, tapi, kenapa kita mau menghitung jumlah ikan di laut? Siapa yang mau menghitungnya? Orang mau menghitung jumlah ikan karena mereka ingin menangkapnya agar kita bisa memakannya, dan mereka yang bertugas menangkap tersebut tentu saja nelayan. Selain nelayan, ilmuan kelautan dan atau perikanan juga bisa dengan senang hati melakukannya.
Jadi bagaimana caranya?


Terdapat dua cara untuk memperkirakan jumlah ikan di laut: observasi langsung dan metode tidak langsung.

Obervasi langsung
Sesuai dengan nama dari motede ini, ilmuan akan masuk ke dalam laut dan menggunakan perlengkapan khusus untuk menghitung jumlah ikan di setiap kawasan, metode ini terutama dilakukan pada kawasan perairan dangkal.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh ilmuan tersebut bukan benar-benar menghitung ikan satu persatu, mereka biasanya menangkap beberapa ikan, menandainya, dan melepaskan mereka kembali ke dalam laut.

Kemudian mereka akan menangkap kembali ikan-ikan tersebut dan menghitung berapa banyak yang telah ditandai dan berapa banyak yang tidak ditandai. Rasio dari ikan yang ditandai dan tidak memungkinkan ilmuan untuk memperkirakan berapa jumlah populasi ikan yang ada di dalam laut.

Observasi secara langsung membutuhkan biaya yang relatif sangat mahal, berat, dan hasilnya relatif kompleks, sehingga metode ini hanya digunakan untuk memperkirakan ukuran populasi ikan yang harganya mahal.

Metode tidak langsung
Ilmuan biasanya menggunakan metode ini karena biayanya yang relatif murah, namun metode ini memiliki tingkat error yang relatif tinggi.

Cara dari metode ini misalnya Anda ingin mengetahui berapa jumlah ikan yang ada dalam kolam kecil Anda, Anda bisa menggunakan sebuah jaring untuk mengambil contoh. Pada awalnya, Anda mendapatkan banyak ikan, pada kali ke sekian semakin sedikit ikan yang Anda dapatkan. Rata-rata jumlah ikan yang tertangkap dapat merefleksikan jumlah ikan yang masih tersisa di dalam kolam.
Bagian penting dari cara ini adalah Anda harus mencatat berapa banyak jumlah ikan yang tertangkap setiap kali Anda mengayunkan jaring Anda di kolam.

Jika Anda menangkap ikan setengah dari jumlah tangkapan sebelumnya, maka jumlah ikan akan terus mengikuti rumus tersebut. Misalnya, tangkapan pertama delapan ekor, tangkapan kedua empat, maka rasio antara kedua tangkapan tersebut adalah 1:2. Perkiraan jumlah ikan yang ada dalam kolam adalah dengan mengalikan jumlah ikan tangkapan pertama dengan 2, jadi terdapat sekitar 16 ekor ikan dalam kolam tersebut.

Sayangnya, bagi ilmuan perikanan, kolam kecil kita tidak seperti laut biru yang luas.

Dalam kenyataan, ikan mungkin bisa menghindari jaring yang Anda gunakan, mereka mungkin telah bertelur dan meninggalkan anak-anak mereka yang kecil, atau mereka mungkin telah mati sebelum Anda muali menghitngnya. Lebih jauh lagi, ikan didalam samudra dapat bergerak bebas, tidak ada batas yang jelas di dalam lautan yang luas.

Terlepas dari kesulitan dari kedua metode diatas, seharunya kita sebagai negara kepulauan berusaha mengetahui lebih jauh tentang kekayaan alam kita, termasuk ikan.

Kredit:
http://www.greenlifestylemag.com.au/
istockphoto

No comments:

Post a Comment