Breaking

Thursday, March 1, 2012

Rantai Global Warming

Sebagian dari manusia di bumi ini percaya bahwa global warming sedang terjadi sebagai akibat semakin tingginya pemakaian bahan bakar hidrokarbon.  Sebagian lagi percaya bahwa global warming memang terjadi, namun mereka percaya global warming hanya siklus alami yang terjadi di bumi.  Sebagian lagi manusia tidak tahu apa itu global warming.  Terlepas dari perbedaan pendapat dan ketidaktahuan ini, kita tidak dapat menutup mata bahwa pemanasan global memang sedang terjadi.  Kelanjutannya, sejauh mana pengetahuan kita tentang efek dari global warming yang sedikit banyak disebabkan manusia ini mempengaruhi kehidupan kita, manusia?

Berita yang paling sering kita dengar tentang global warming ini adalah suhu bumi meningkat, tinggi muka laut meningkat dan perubahan musim.  Tetapi apakah efeknya hanya sampai disitu? Tentu tidak, efeknya jauh lebih panjang dari itu.  Kenaikan suhu bumi akan mengganggu  keseimbangan distribus suhu di seluruh permukaan bumi yang saat ini mulai terasa di banyak tempat.  Permukaan bumi di satu bagian mengalami panas yang ekstrim, sementara ada bagian  lain yang merasakan dingin yang sangat ekstrim juga.  Suhu yang ekstrim ini bahkan sudah meminta korban.
Kenaikan muka laut menyebabkan banyak kota di dunia yang dekat dengan laut mengalami banjir.  Kenyataannya banjir bukan hanya tentang muka laut yang naik, tetapi juga dipengaruhi terjadinya perubahan distribusi presipitasi di seluruh dunia.  Satu bagian dunia mengalami kelebihan air, sementara kawasan lain mengalami kekeringan yang parah.
Perubahan musim mengacaukan waktu tanam pertanian, akibatnya keamanan pangan dunia terancam.  Mungkin banyak yang tahu, tapi mungkin sedikit yang peduli kecuali kita semua telah mengalami dampaknya.  Sayangnya kekacauan ini hanya dirasakan sebagian manusia di muka bumi yang berada di bawah garis kemiskinan.  Sementara para penguasa sumber daya terus menyedot daya dukung bumi untuk manusia.
Satu-satunya masalah yang melatarbelakangi bencana global ini hanya satu, yaitu keinginan manusia yang tidak terbatas.  Karena itu, satu hal paling mudah sekaligus paling sulit untuk menyelamatkan bumi ini adalah membatasi keinginan kita terhadap sumber daya yang memang terbatas.

No comments:

Post a Comment