• Petualangan dan Lingkungan

    Saturday, November 10, 2012

    Kerbau Pembajak Sawah

    Sejak jaman dahulu wilayah-wilayah yang sekarang menyusun Indonesia sekarang dikenal juga sebagai negara agraris, yaitu masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai petani. Baik sebagai petani sawah maupun sebagai petani ladang. Untuk petani sawah, mungkin tidak asing bagi kita dengan kerbau atau sapi yang digunakan untuk membajak sawah.

    Ditengah gempuran kemajuan teknologi modern seperti traktor atau jenis motor pembajak sawah lainnya, masih ada masyarakat Indonesia yang menggunakan kerbau atau sapi untuk membajak sawahnya. Kita tentu mengenal karapan sapi di pulau Madura, sebenarnya karapan sapi berawal dari penggunaan sapi untuk membajak sawah. Sedangkan penggunaan kerbau untuk membajak sawah bisa kita lihat di Sumatra Barat dan Jawa Barat.
    Penggunaan Kerbau atau sapi dalam mengolah sawah sebenarnya sangat bermanfaat, baik bagi petani maupun lingkungan. Jika kita amati dengan seksama, membajak sawah menggunakan kerbau atau sapi akan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan traktor. Ada tiga keuntungan yang utama dari penggunaan hewan untuk membajak sawah, yaitu:

    Rendah karbon

    Pengoperasian hewan untuk membajak sawah hanya sedikit menghasilkan karbon yang dilepaskan ke lingkungan. Bandingkan dengan traktor atau motor pembajak sawah yang menggunakan bahan bakar fosil. Ini juga menghemat pengeluaran petani untuk membeli bahan bakar tersebut, tapi tentu saja petani tersebut harus menyediakan makanan (biasanya rumput) untuk ternak besarnya tersebut.

    Kotoran hewan dapat menjadi pupuk

    hewan ternak yang digunakan untuk membajak biasanya akan mengeluarkan kotoran yang bisa langsung menjadi pupuk yang akan menyuburkan sawah yang sedang dibajak. Dengan demikian penggunaan  pupuk non-organik mungkin dapat dikurangi sehingga keamanan lingkungan relatif bisa lebih terjaga.

    Stok ternak

    Hewan ternak tersebut sebenarnya merupakan tabungan bagi petani pemiliknya. Setiap waktu ternak tersebut akan bertambah besar dan jika petani tersebut pandai, ternak akan berkembang biak dan sewaktu-waktu petani membutuhkan uang dia bisa saja menjual ternaknya.

    Selain manfaat tersebut, sebenarnya penggunaan ternak tersebut merupakan salah satu kekayaan budaya tradisional kita sebagai masyarakat agraris. Juga dapat menjadi sebuah atraksi yang menarik yang dapat dijadikan atraksi atau objek wisata. Salah satu contoh pemanfaatan kerbau pembajak sawah sebagai atraksi wisata bisa kita lihat di Kampung Wisata Cinangneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di Cinangneng, atraksi ini dipadukan dengan aktifitas masyarakat khas pedesaan. Di kampung ini terbukti bahwa wisata pedesaan di Indonesia cukup diminati.

    Kedepannya, semoga kekayaan budaya kita ini tetap dapat dipertahankan dan dapat mendatangkan keuntungan bagi masyarakat kita.

    No comments:

    Post a Comment

    Fashion

    Beauty

    Travel