Breaking

Wednesday, January 9, 2013

Candi Prambanan


Prambanan, sebuah peninggalan eksotis dari masa lalu wilayah nusantara. Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, dan terletak di Kabupaten Sleman, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Prambanan terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Letak candi berada pada jarak 200 m dari jalan raya Yogyakarta-Solo membuat kompleks Candi Prambanan mudah untuk dijangkau dari arah manapun, baik dari arah Yogyakarta maupun Solo.
Kompleks candi Prambanan dibangun oleh Raja-raja Wamca (Dinasty) Sanjaya pada abad ke-9. Candi Prambanan merupakan kompleks percandian dengan candi induk menghadap ke timur, dengan bentuk secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit setinggi 47 meter. Candi ini dibangun di dekat sungai, yaitu sungai Opak hal ini sesuai dengan konsep yang dipercayai dalam agama Hindu dimana sungai memiliki fungsi untuk tempat bersuci dalam berbagai ritual (selain sungai, kepercayaan masyarakat hindu berhubungan dengan gunung seperti misalnya di Bali). Sungai Opak mengalir dari gunung Merapi dan melintasi bagian Barat kawasan candi.

Candi Prambanan memiliki tiga candi utama yaitu Candi Siwa (tengah), Candi Brahma (selatan), Candi Wisnu (utara). Didepannya terdapat Candi Wahana (kendaraan) sebagai kendaraan Trimurti; Candi Angsa adalah kendaraan Brahma (Dewa Penjaga), Candi Nandi (Kerbau) adalah kendaraan Siwa (Dewa Perusak) dan Candi Garuda adalah kendaraan Wisnu (Dewa Pencipta). Pada dinding pagar langkan candi Siwa dan candi Brahma dipahatkan relief cerita Ramayana yang dapat dinikmati kalau kita memasuki candi Siwa dari arah timur belok ke kiri lalu kita berperadaksina (berjalan mengelilingi candi searah jarum jam) melalui lorong itu. Cerita itu berlanjut pada pagar langkan candi Brahma yang terletak di sebelah kiri (sebelah selatan) candi induk.. Sedangkan pada pagar langkah candi Wisnu dipahatkan relief Kresnadipayana yang menggambarkan kisah Prabu Kresna sebagai penjelmaan Dewa Wishnu dalam membasmi keangkaramurkaan.

Di hadapan ketiga candi dari Dewa Trimurti itu terdapat tiga buah candi yang berisi wahana (kendaraan) ketiga dewa tersebut. Ketiga candi itu kini sudah dipugar dan hanya candi tengah (Depan candi Shiwa) yang masih berisi patung seekor lembu yang bernama Nandi, kendaraan Dewa Shiwa. Patung angsa (kendaraan Brahma) dan patung garuda (kendaraan Wishnu) yang dulu mengisi bilik-bilik candi yang terletak di hadapan candi kedua dewa itu kini telah dipugar. Keenam candi itu merupakan dua kelompok yang saling berhadapan, terletak pada sebuah halaman berbentuk bujur sangkar, dengan sisi sepanjang 110 meter. Didalam halaman masih berdiri candi-candi lain, yaitu dua buah candi pengapit dengan ketinggian 16 meter yang saling berhadapan, yang sebuah berdiri di sebelah utara dan yang lain berdiri di sebelah selatan, 4 buah candi kelir dan 4 buah candi sudut.

Halaman dalam yang dianggap masyarakat Hindu sebagai halaman paling sacral ini, terletak di tengah halaman tengah yang mempunyai sisi 222 meter, dan pada mulanya berisi candi-candi perwara sebanyak 224 buah berderet-deret mengelilingi halaman dalam 3 baris. Sedangkan halaman ketiga candi yang terdapat pada isi prasasti dari desa klurak, hingga saat ini belum ditampakkan batasnya baik oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta maupun saat pembangunan Taman Wisata Candi Prambanan – Sewu.

Beberapa fasilitas utama yang dimiliki Kawasan Taman Wisata Candi Prambanan yaitu: museum audio-visual, di museum ini, pengunjung dapat menikmati audio visual tentang sejarah ditemukannya Candi Prambanan hingga proses renovasinya secara lengkap; arena bermain anak-anak yang sering digunakan sebagai tempat lomba burung berkicau, bumi perkemahan Rama Shinta yang tersedia di dalam kawasan untuk acara-acara pertemuan, acara keluarga, ulang tahun, perpisahan sekolah maupun resepsi pernikahan.

Sedangkan fasilitas pendukung yang ada yaitu mushola, hotel/rumah penginapan yang terdapat di sebelah timur candi dekat dengan pintu masuk, restoran/rumah makan, toko-toko cenderamata yang menyediakan berbagai macam souvenir candi tempat parkir, pendopo, toilet, kamar mandi dan lapangan olahraga yang dapat dimanfaatkan. Bahkan disini juga tersedia penyewaan tenda, pengeras suara, meja, kursi, lampu penerangan dan acara kesenian Reog, Jatilan.

Selain itu, kehadiran para tenaga pemandu wisata yang mudah dijumpai di sekitar candi akan menyempurnakan kunjungan para wisatawan. Sebab, mereka akan memandu wisatawan menelusuri jejak-jekak kemasyhuran peradaban Jawa-Hindu di Candi Prambanan.

No comments:

Post a Comment

Adbox