• Petualangan dan Lingkungan

    Monday, March 31, 2014

    Objek Wisata Sungai Kapuas Kota Pontianak

    Kota Pontianak di lintasi sungai Kapuas yang mengalir dari Kabupaten Kapuas Hulu hingga muaranya yang relatif tidak jauh dari pusat kota Pontianak. Sungai Kapuas sangat potensial untuk dikembangankan sebagai objek dan atraksi wisata di kota Pontianak. Namun, hingga saat ini aktifitas pariwisata tersebut masih kurang optimal, pada saat ini hanya tersedia perahu galaherang yang biasanya bersandar di di Alun-alun Kapuas di depan kantor walikota yang menunggu wisatawan yang ingin menikmati wisata Sungai Kapuas.

    Ada juga sampan-sampan penyeberangan yang  dapat kita sewa seharian untuk berperahu mengunjungi objek-objek wisata yang ada di tepian sungai Kapuas pada beberapa titik di tepian sungai kapuas. Dengan kedua pilihan sarana tersebut kita bisa melihat berbagai objek wisata budaya yang sebenarnya merupakan situs-situs sejarah berdirinya kota Pontianak.

    Beberapa objek wisata di tepian Sungai Kapuas Kota Pontianak diantaranya:

    Istana Kadriah
    Keraton Kadriah (Kredit gambar: Steven Jones, Panoramio)
    Istana Kadriah adalah bangunan peninggalan kerajaan pertama yang berdiri di wilayah yang sekarang kita kenal sebagai Kota Pontianak. Isatana ini didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman pada tanggal 23 Oktober 1771. Letaknya berada pada kawasan tanjung pertigaan sungai Kapuas dan sungai Landak. Keseluruhan bangunannya dibuat dengan kayu belian (dikenal juga sebagai kayu besi atau kayu ulin). Bangunan ini memiliki luasan 60 x 25 meter. Istana Kadriah memiliki zonasi yang terdiri dari empat zona, yaitu zona keraton, pemukiman kerabat, alun-alun dan area masjid. Arsitektur bangunan istana ini merupakan perpaduna antara arsitektur tradisional melayu dengan Eropa dan juga dipengaruhi seni budaya Islam, terutama pada ornamen-ornamen kaligrafi.

    Masjid Jami'
    Masjid Jami' Pontianak (Kredit gambar: Nizar Kauzar)
    Masjid Jami' hanya berjarak 300 dari keraton Kadriah, masjid pernah mengalami pemugaran pada masa Sultan Syarif Usman atau Sultan Pontianak ke 3 pada tahun 1821. Masjid ini berukuran panjang 33 meter dan lebar 27 meter dengan halaman yang luas sebagai tempat pelaksanaan sholat jika bagian dalam tidak dapat menampung lagi. Masjid Jami' bergaya arsitektur tradisional melayu yang dipadu dengan aritektur Eropa dan seni budaya Islam. Bagian atap masjid ditopan oleh tiga pilar atau tiang utama berupa kayu belian berdiameter 60 cm yang pada saat ini sudah berumur lebih dari 170 tahun.

    Kampung Beting
    Kampung Beting (Kredit gambar: Nizar Kauzar)
    Kampung Beting adalah perkampungan yang memanjang di tepian sungai Kapuas dan letaknya dekat dengan Istana Kadriah dan Masjid Jami'. Kampung ini di huni oleh masyarakat melayu pertama yang mendiami wilayah kota Pontianak.  Ciri khas dari kampung ini adalah rumah-rumah yang yang dibangun diatas badan air sungai yang dihubungkan dengan gertak kayu yang menjadi penghubung antar rumah dengan panjangnya yang mencapai 2 km. Masyarakat kampung ini juga masih menggunakan sampan sebagai alat transportasi untuk bepergian keluar kampung. Untuk berkunjung ke kampung ini sebaiknya anda membawa guide yang cukup mengenal daerah ini.

    Makam Batu Layang
    Batu layang sebenarnya adalah nama sebuah pulau yang berada di tengah sungai Kapuas tidak jauh dari lokasi makam kerajaan Pontianak berada. Konon menurut masyarakat, keraton  Kadriah, masjid Jami' dan makam Batu Layang berada pada satu garis lurus. Makam Batu Layang, pertama kali digunakan pada tahun 1808, yaitu sebagai makam  Sultan Abdurrahman dan keluarganya.


    Tugu Khatulistiwa
    Tugu 0 derajat ini mungkin adalah salah satu alasan kenapa kota Pontianak bisa dikenal oleh masyarakat dunia, karena tidak banyak kota di dunia yang di lintasi oleh garis maya Khatulistiwa. Tugu yang terletak di jalan Khatulistiwa di bagian utara dari kota Pontianak ini dibangun sebagai penanda garis maya Khatulistiwa yang melintasi kota ini. Waktu yang tepat untuk mengunjungi tugu ini adalah pada 21-23 Maret dan 21-23 September setiap tahunnya, karena pada kedua waktu ini terjadi fenomena alam yang disebut sebagai kulminasi. Kulminasi adalah fenomena alam dimana matahari berada tegak lurus terhadap garis Khatulistiwa.


    Alun-alun Kapuas
    Alun-alun Kapuas Pontianak (Nizar Kauzar,)
    Alun-alun Kapuas adalah taman yang berada di pinggiran sungai Kapuas, tepatnya di jalan Rahadi Oesman di depan Kantor walikota Pontianak dan Markas Kodam Tanjungpura. Lokasi waterfront ini merupakan tempat yang paling ramai dikunjungi oleh masyarakat kota Pontianak untuk jalan-jalan atau berekreasi. Waktu kunjungan paling ramai adalah pada sore hingga malan hari, karena pada siang hari taman ini sangat panas.

    Pelabuhan Senghi
    Senghi adalah pelabuhan pertama yang dibangun di Kota Pontianak, disinilah kegiatan bongkar muat barang dari dan ke daerah kabupaten sebelah hulu sungai Kapuas dilakukan. Senghi sebenarnya adalah nama seorang pedagang Cina yang berpengaruh pada masanya, untuk menghormatinya namanya diabadikan sebagai nama pelabuhan ini. Pelabuhan ini memiliki sejarah perdagangan yang panjang sejak zaman penjajahan belanda hingga jepang, bahkan hingga saat ini aktifitas bongkar muat masih dapat kita lihat di  pelabuhan Senghi.

    Cafe Pinggir Sungai
    Di pinggiran sungai Kapuas banyak cafe-cafe terapung yang dapat kita temui,misalnya di kelurahan Banjar Serasan (kecamatan Pontianak Timur) dan di Kelurahan Bangka Belitung. Di cafe-cafe ini kita dapat menikmati makanan-makanan khas kota Pontianak sambil menikmati suasana sungai kapuas.

    Untuk menikmati berbagai objek wisata tersebut, kita dapat mengunjunginya satu persatu dengan kendaraan darat. Namun akan jauh lebih berkesan jika kita mengunjunginya dengan menyewa sampan, dan mendatanginya lewat air. Karena selain mendapatkan suasana Sungai Kapuas, kita juga bisa melihat aktifitas masyarakat yang sehari-seharinya memanfaatkan sungai untuk berbagai keperluan mereka.

    2 comments:

    1. suka dengan pemandangan alun-alun kapuas waktu malam yang sangat beragam dan indah dibawah balutan cahaya lampu...beberapa kali juga nyantai di sana dan menikmati malamnya kota pontianak.

      selanjutnya kampung beting yang mendapat predikat tempat peredaran narkoba terbesar di kalbar sungguh sangat sedih...semoga saja predikat itu bisa berubah suatu saat nanti.

      ReplyDelete
      Replies
      1. saya juga senang sekali kesana alun2 ini mbah, sejak kecil saat masih sering di sebut sebagai depan kodam... hehe... joging pagi-pagi, malamnya jadi pasar malam... :)

        Delete

    Fashion

    Beauty

    Travel