Breaking

Saturday, September 28, 2013

Curug Cibereum

Pukul 10 pagi menggunakan motor kami meninggalkan kota Bogor, menanjak menuju kawasan Puncak. Tempat tujuan kami adalah Curug Cibereum, dan kenapa kami kesana adalah... Ngopi.

Jalan tidak terlalu padat berhubung bukan hari libur dan jam masuk kantor sudah lewat. Karena jalan tidak ramai, perjalanan kami bisa lebih cepat. Lebih kurang pukul 12 kami sampai di gerbang kawasan wisata Cibodas. Tiket masuk kawasan langsung di beli, pegawai penjaga gerbang mengatakan biaya total masuknya 15rb, tapi setelah beberapa saat kemudian saya mengecek ternyata totalnya 13rb. "Uang rokok dia", kata teman saya menyambung ucapan saya tentang tiket masuk tadi.

Di dalam kawasan wisata ini banyak terdapat rumah makan, dan tentu saja berbagai macam buah tangan yang dapat dijadikan kenang-kenangan. Kami sendiri langsung mengarahkan motor langsung ke depan sebuah rumah makan padang yang terletak di sebelah kanan dari halaman parkir kawasan wisata ini.

Setelah selesai mencharge baterai dengan nasi padang, teman saya memindahkan motornya ke warung sebelah yang dia ketahui tetap buka sampai malam hari. Lalu kami memulai perjalanan menuju Curug sekitar pukul 1 siang. Signage Selamat Datang di Taman Nasional Gede Pangrango menyambut kami di pos bawah Balai TNGP. Urusan membeli tiket ternyata di lakukan di pos atas. Treking dimulai.

Belum jauh berjalan, beberapa bangunan hijau milik Balai TN tampak di depan kami. Disana beberapa orang tengah berkumpul untuk membeli karcis masuk taman nasional. Teman saya langsung menuju ke loket pembelian dan membeli tiga tiket untuk kami. Treking dilanjutkan.

Oke, setelah berkuah-kuah diatas, mari kita kunyah isinya. Apa saja yang dapat kita temukan dalam perjalanan ke Air Terjun Cibereum?

Telaga Biru
Berdasarkan papan keterangan yang terdapat di dekat telaga ini, telaga ini kadang terlihat berlendir hijau kecoklatan,  di lain waktu tampak biru magis yang jernih, warna ini tergantung pada pertumbuhan alga yang terdapat di dalamnya. Air yang terjebak didalam telaga ini kaya nutrisi atau mineral yang berasal dari bahan organik dan batuan vulkanis yang terlarut.

Rawa Gayonggong

Rawa Gayonggong
Rawa Gayonggong sebenarnya adalah kawah mati yang terendam. Sedimentasi menyebabkan kawah tersebut menjadi dangkal dan ditumbuhi oleh berbagai jenis rumput, rumput Gayonggong adalah jenis yang mendominasi di area ini, karena itu rawa ini dinamakan rawa Gayonggong. Satu informasi tambahan, rawa ini termasuk daerah jelajah macan tutul jawa, karena itu.. waspadalah.. dan jaga kebersihan.

Menu utama perjalanan ini...

Curug Cibereum


Curug Cidendeng

Curug Cibereum
Curug ini terdiri dari air terjun utama Cibeureum, dan dua air terjun lain yang lebih kecil, Curug Cidendeng dan Curug Cikundul. Curug Cibeureum adalah yang terbesar dan terpendek, letaknya lebih terbuka dan dekat dengan shelter sehingga lebih banyak dikerumuni. Curug Cidendeng terletak disebelah kanan Cibereum, keduanya bisa langsung kita lihat saat sampai di kawasan ini. Sedangkan curug Cikundul, letaknya sangat tinggi dan agak tersembunyi di antara ceruk dua tebing.

Jalur pendakian ke puncak Gede dan Pangrango tidak melewati Curug Cibereum, karena itu kalau sekalian ingin mengunjunginya sebaiknya alokasikan waktu dengan baik sehingga dapat singgah walau sebentar. Dari simpang jalur treking puncak Gede, Curug Cibereum hanya berjarak 300 meter.

O iya, cerita ngopi, kami ngopi di shelter simpang pendakian Gede Pangrango. Setelah selesai ngopi dan memamah biak snack-snack ringan, kami turun untuk pulang. Sebelumnya nongkrong dulu di warung Bude.






















No comments:

Post a Comment

Adbox