Breaking

Wednesday, March 12, 2014

Penyaring Air Sederhana dari Batang Pinus

-  Saringan air dari batang pinus
Air mungkin boleh dikatakan bukan masalah bagi kota-kota besar di dunia, kecuali di beberapa negara yang memang kesulitan untuk menemukan air bersih, sehingga mandi bisa menjadi sesuatu yang mewah bagi manusia. Banyak metode penjernihan air yang telah di temukan, seperti saringan dengan batu alam, filter dan radiasi UV yang digunakan di depot-depot air minum dan sebagainya, namun hampir semua penyaring-penyaring air tersebut berharga tinggi. Sementara banyak orang yang membutuhkan air bersih berada di lingkungan tanpa akses atau fasilitas air bersih berasal dari kelompok ekonomi menengah kebawah.


Namun sekarang, ilmuwan telah menemukan sebuah metode penyaringan air yang sederhana. Menggunakan sepotong kayu dari cabang pohon, mungkin kedengaran aneh dan mengada-ada. Tapi hasil penelitian tersebut memang nyata.

Jika Anda sedang kehabisan air minum saat berkemah/camping di dekat danau, patahkan sebatang kayu dari pohon pinus bisa Anda dapatkan, kupas/bersihkan kulitnya, kemudian alirkan air danau secara perlahan melalui batang kayu tersebut. Filter buatan ini akan memerangkap bakteri, menyegarkan air, dan menjadikan air bebas kontaminasi.

Filter kayu pinus

Penemuan filter air bersih dari batang pinus ini dipublikasikan dalam pada 26 Februari 2014 dalam PLOS One, beberapa orang peneliti dari MIT melewatkan air yang terkontaminasi melalu sebatang kayu pinus dan mereka menemukan bahwa jaringan dari tumbuhan tersebut berhasil menyaring kotoran dan bakteri dalam air percobaan.Filter sederhana ini hanya membutuhkan sepotong kecil batang pinus dan selang air sederhana dan mungkin akan sangat ideal untuk kawasan yang jauh dari sumber atau fasilitas penyediaan air bersih.

Menyaring semua bakteri berbahaya dari air minum dapat menjadi keuntungan yang tidak ternilai bagi kesehatan, seperti disampaikan diawal, memang banyak teknologi yang sudah ditemukan untk membuat penyaring air, tetapi semuanya puny satu kelemahan, yaitu harga.

Menuru seorang ilmuwan dari MIT, membuat membran yang dapat memisahkan air dari bakteri memang mudah, tetapi membuat membran dengan harga yang mahal adalah hal yang sangat berbeda.

Kisah penemuan ini berawal beberapa tahun yang lalu, dari sebuah pertemuan yang membahas tentang tumbuhan dan aliran air. Saat pertemuan itu sedang berlangsung, lampu ide di kepala ilmuwan tersebut menyala. "Kenapa tidak?", dia berpikir, menggunakan jaringan xylem pada tumbuhan untuk menyaring air.

"Dan cara air mengalir naik ke daun adalah dengan adanya proses evaporasi pada daun," ujar Karnik.

Xylem memiliki lapisan membran yang berpori, dan dengan mekanisme lainnya, lapisan ini mencegah benda-benda didalam air untuk menyebar dan mengalir dalam jaringan xylem. Karnik menyebutkan bahwa filter ini mampu menyaring hingga 99,9 % bakteri yang ada dalam air yang dialirkan melaluinya. Dengan metode yang murah dan sederhana ini dia berpikir mungkin teknologi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan dapat ditingkatkan skalanya menjadi lebih besar.

Namun seorang ahli lingkungan dari Stanford University menyatakan bahwa sistem yang ditawarkan Karnik ini tidak melakukan fungsi yang cukup baik dalam menyaring bakteri dari air. Dia menuliskan bahwa membuang semua bakteri dari air akan sangat membantu, tetapi jika kita berhadapan dengan ratusan ribu, bahkan jutaan bakteri dalam setetes air, Anda tidak akan mempercayakan keamanan kesehatan Anda pada efisiensi 99%.

Ahli lingkungan dari Stanford tersebut menyatakan bahwa dalam situasi survival mungkin metode penyaringan air dengan batang pinus ini dapat digunakan, namun untuk jangka panjang sebagai solusi global untuk milyaran orang di bumi tanpa akses ke air bersih, dia skeptis.

Sumber dan kredit Gambar:
http://www.patriotnetdaily.com/

No comments:

Post a Comment

Adbox