Breaking

Wednesday, April 22, 2015

5 Kota Paling Ramah Lingkungan di Dunia

Menjadi kota hijau dalam bayangan pemanasan global dan perubahan iklim adalah sebuah tantangan yang berat bagi kota-kota didunia pada saat ini. Kota identik dengan jumlah manusia yang sangat besar, pemukiman yang padat, lalu lintas, sampah, polusi udara dari kendaraan dan industri. Tapi, 75 % dari energi dunia dikonsumsi oleh daerah kota sehingga sesuatu harus dilakukan untuk menyelamatkan kawasan padat manusia ini, dan semua harus dilakukan dengan cepat.
Baca juga: 10 Kota Paling Terpolusi di Dunia
Untungnya, dunia telah sadar dengan realitas perubahan iklim, dan para ahli mengatakan ada lima kota yang paling sadar akan hal ini dan mulai melakukan sesuatu untuk mencegah dan menghadapi perubahan iklim. Mereka dengan bangga melakukan berbagai hal agar kota mereka dapat menjadi ramah kepada Bumi. Berikut adalah kelima kota tersebut.

Green City No 5 : Malmo , Swedia

Penggunaan Sepeda dimasivkan di Malmo, Swedia (Foto oleh Håkan Dahlström)
Swedia sudah menjadi pemimpin dalam solusi listrik hijau - sebagian besar listrik negara berasal dari nuklir dan tenaga air. Salah satu kota di negara ini telah mengambil upaya hijau (ramah lingkungan) lebih jauh . Malmö, adalah rumah bagi sekitar 280.000 orang, berdasarkan catatan yang ada, kota ini adalah pioner dalam penggunaan sumber daya terbarukan. Beberapa solusi hijau yang ingin di terapkan oleh kota ini adalah:
  • Perusahaan Pengembang harus mematuhi faktor ruang hijau yang memerlukan sejumlah minimum ruang terbuka hijau, dan menekankan penerapan luas minimum ruang hijau di setiap halaman rumah - misalnya termasuk menyediakan kotak untuk sarang satwa liar atau menanam sayuran, bunga hingga pepohonan.
  • Western Harbour, sebuah komunitas di Malmö, menggunakan 100% energi terbarukan dari matahari, angin, tenaga air, dan biofuel yang dihasilkan dari sampah organik.
  • Penggunaan mobil berkurang oleh dengan adanya layanan bus yang intensitasnya semakin sering (beroperasi dengan bahan bakar campuran gas alam/ campuran biogas), kawasan pejalan kaki dan jalur sepeda.
  • Kota ini juga mendaur ulang sampah lebih dari 70 % sampah yang dikumpulkan di rumah-rumah daur ulang yang berjumlah lebih dari 12 rumah.
  • Kawasan Augustenborg adalah rumah bagi kereta listrik bebas emisi pertama di dunia. Distrik tersebut juga dikenal karena taman atap botani yang mengurangi air limpasan dan menambahkan isolasi untuk suhu bangunan, menjaga penghuninya hangat di musim dingin dan lebih dingin di musim panas, sehingga mengurangi biaya energi bangunan.
    Baca juga: Tanam Pohon Untuk Menghemat Energi, Cara Mengundang  Burung Liar ke Taman Rumah, Tips Cara Mengundang Kupu-kupu ke Taman Rumah,

Green City No 4 : Copenhagen , Denmark

Untuk beberapa waktu Copenhagen, Denmark telah mengklaim sebagai kota terhijau di dunia. Pernyataan ini mungkin sebenarnya tidak terlalu jauh dari kebenaran. Kota ini telah berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 25 persen sejak tahun 1990. Baru-baru ini, pejabat kota Copenhagen telah mulai mendorong taksi lokal untuk menjadi lebih ramah lingkungan dengan memungkinkan bahan bakar alternatif dan perangkat hemat energi lain untuk diterapkan di kendaraannya.
Copenhagen diakui telah mengambil langkah hijau pada tahun 2006, memenangkan Penghargaan Lingkungan Eropa untuk perencanaan jangka panjang lingkungan secara holistik. Kota ini bahkan semakin terkenal dengan 5.600 kincir angin nya yang memasok 10 % listrik nasional. Pada tahun 2001, Copenhagen membuka taman kincir angin lepas pantai terbesar di dunia  yang memasok listrik ke 32.000 rumah di kota.
Baca juga: Lima Peralatan Elektronik Rumah Tangga yang Paling Boros Listrik
Ruang Terbuka Hijau Copenhagen, Denmark (Foto oleh Moyan Brenn)

Green City No 3 : Portland , Oregon

Portland telah menjadi model kehidupan yang berkelanjutan selama beberapa dekade , pencampuran yang cerdas antara kota dan luar ruangan. Selama lebih dari satu abad, kota ini telah menginspirasi kota-kota lain  di seluruh Amerika Serikat dan dunia untuk memasukkan ruang hijau dalam perencanaan kota mereka. Tiga puluh tahun yang lalu, kota portland menghancurkan enam jalur jalan tol untuk mengembangkan taman tepi laut di tempatnya.
Portland, Oregon (Foto oleh Stuart Seeger)
Apa yang dimiliki kota paling hijau di Amerika Serikat ini:
  • Setengah dari seluruh sumber energinya berasal dari sumber terbarukan. 
  • Seperempat dari tenaga kerjanya pergi-pulang dengan sepeda, carpool atau angkutan umum. 50 bangunan disertifikasi oleh US Green Building Council. 
  • Kota olah raga ini ini memiliki 92,000 hektar ruang hijau, termasuk 74 mil jalur bersepeda, jalur pendakian dan lari. 
  • Batas kawasan kota dikembangkan untuk membangun lanskap perkotaan dan melindungi 25 juta hektar hutan dan peternakan yang mengelilingi kota.
  • Kota ini juga telah menetapkan tujuan energi yang ambisius, pihaknya berencana untuk menggunakan 100 % sumber energi  terbarukan pada. Untuk mencapai tujuan tersebut, para pejabat mengambil tindakan inovatif seperti menginstal meteran parkir bertenaga surya. 

Kota hijau No 2 : Vancouver , Kanada

Vancouver, Canada (Foto oleh tdlucas5000)
Rumah bagi lebih dari setengah juta orang, Vancouver dijuluki kota paling layak huni oleh majalah Economist. Kota ini juga Model  kota di Kanada dalam hal sumber energi terbarukan, saat ini Vancouver memasok 90 %  kebutuhan pasokan listrik dengan energi listrik tenaga air. Pada tahun 2005 , Kota Vancouver menerapkan strategi green building untuk memastikan bahwa semua bangunan yang dibangun menawarkan kinerja lingkungan dan kesehatan yang lebih baik bagi penghuni dan warga negara.
Kota ini berencana untuk mengurangi emisi rumah kaca ke tingkat 20 % lebih rendah dibandingkan yang dilaporkan pada tahun 1990 selama pembentukan Protokol Kyoto. Untuk melakukan hal ini, Vancouver berencana untuk berinvestasi untuk pengembangan listrik tenaga angin, matahari , sistem energi gelombang dan pasang surut. Pemerintah bahkan mengusulkan untuk menerapkan teknologi baru seperti compactor sampah bertenaga surya yang dapat menangi lima kali lebih banyak sampah buangan konvensional, sehingga lebih sedikit polusi yang dilepaskan oleh truk sampah di jalan-jalan.

Green City No 1 : Reykjavik , Islandia

Dengan jumlah penduduk hanya 115.000, Reykjavik adalah kota hijau terkecil di dalam daftar ini, tapi perkembangan dalam sumber energi hijau tidak kalah mengesankan .
Reykjavic (Foto oleh Marcus Hansson)
Selama lebih dari 50 tahun , Islandia telah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan mengoptimalkan sumber daya alam yang mengelilingi pulaunya - air terjun, gunung berapi, geyser dan musim panas yang menyediakan listrik melimpah dan air panas.
Reykjavik mendapatkan 100 % energinya dari sumber daya alam yang terbarukan, bebas polusi dan murah .
Beberapa kendaraan di kota ini digerakkan dengan tenaga hidrogen, termasuk tiga bis kota .
Karena warga sangat bergantung pada mobil untuk berkeliling ( hal yang khas untuk keluarga Islandia untuk memiliki dua mobil ), pemerintahnya menetapkan biaya yang sangat mahal bahan bakar (hampir $ 8 per galon!) Islandia membuat langkah yang sangat signifikan untuk menjadi negara ekonomi hidrogen dalam lima puluh tahun kedepan.

4 comments:

  1. Suatu saat ingin sekali rasanya mengunjungi slahsatu kota yang ramah lingkunga tersebut, .

    ReplyDelete

Adbox