Breaking

Wednesday, June 18, 2014

Pengalaman Lebih Membahagiakan daripada Barang

Para peneliti dari San Francisco State University menemukan bahwa pada umumnya orang-orang tahu pengalaman hidup akan membuat mereka lebih bahagia, tetapi mereka masih memilih untuk menghabiskan uang mereka untuk membeli barang bersifat materi karena mereka berpikir barang memiliki nilai yang lebih besar.

"Kami secara alami mengasosiasikan nilai ekonomi dengan barang-barang. Say membeli mobil ini, harganya $ 8.000," kata peneliti Ryan Howell, associate professor psikologi di universitas, mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Kami mengalami kesulitan dalam memperkirakan nilai ekonomi yang kita dapat dari memori kita,"dia melanjutkan.

Untuk kepentingan salah satu eksperimen dalam penelitian ini, yang dipublikasikan dalam Journal of Positive Psychology, peneliti mensurvei peserta penelitian sebelum dan setelah mereka membeli sesuatu. Sebelum melakukan pembelian, para peserta mengatakan bahwa mereka tidak menyadari bahwa pengalaman hidup akan memberikan mereka lebih banyak kebahagiaan, tetapi akan lebih masuk akal secara finansial untuk membeli barang-barang.

Para peneliti menemukan, pendapat mereka berubah setelah melakukan pembelian. Para peserta pasca-pembelian tidak hanya mengatakan bahwa pengalaman tidak hanya akan menyebabkan kebahagiaan lebih besar, tetapi pengalaman hidup juga memiliki nilai yang lebih tinggi.

Dalam eksperimen lain, para peserta diminta untuk memprioritaskan apakah nilai atau kebahagiaan yang lebih penting dalam membeli sesuatu. Mereka yang memprioritaskan kebahagiaan lebih cenderung memilih menggunakan uang mereka untuk pengalaman hidup, sementara mereka memprioritaskan nilai lebih mungkin untuk memilih barang.

Sumber: http://sciencealert.com.au/

No comments:

Post a Comment