Breaking

Sunday, June 8, 2014

Kenapa kita Kecanduan Junk Food?

Sebagian besar dari kita tahu bahwa junk food tidak sehat. Kita tahu bahwa gizi yang buruk berkaitan dengan masalah jantung, tekanan darah tinggi, dan sejumlah penyakit kesehatan lainnya. Anda bahkan mungkin tahu bahwa studi menunjukkan makanan junk food diketahui berhubungan dengan peningkatan depresi.

Tapi kalau makanan itu begitu buruk bagi kita, mengapa kita terus memakannya?

Ada sebuah jawaban. Dan ilmu di baliknya akan mengejutkan Anda.

Mengapa Kita sangat menyukai Junk Food?

Steven Witherly adalah seorang ilmuwan makanan yang telah menghabiskan 20 tahun terakhir untuk mempelajari apa yang membuat makanan tertentu lebih adiktif (dan lezat) daripada yang lain. Banyak ilmu berikut ini bersumber dari hasil penelitiannya yang sangat mengesankan, "Mengapa Manusia Menyukai Junk Food?"

Menurut Witherly, ketika Anda makan makanan lezat, ada dua faktor yang membuat pengalaman menyenangkan.

Pertama, ada sensasi tertentu saat kita memakan makanan. Termasuk dalam hal ini adalah seperti apa rasanya (asin, manis, umami, dll), seperti apa baunya, dan bagaimana rasanya di mulut Anda. Kualitas terakhir ini yang dikenal sebagai "orosensation" - bisa menjadi sangat penting. Perusahaan makanan bersedia menghabiskan jutaan dolar untuk menemukan tingkat yang paling memuaskan dari sekeping potato chip. Ilmuwan mereka akan menguji jumlah bumbu yang paling sempurna. Faktor-faktor ini semua digabungkan untuk menciptakan sensasi yang membuat otak Anda mengasosiasikannya dengan makanan atau minuman tertentu.

Faktor kedua adalah kandungan makronutrien makanan sebenarnya - campuran protein, lemak, dan karbohidrat yang dikandungnya. Dalam kasus junk food, produsen makanan mencari kombinasi sempurna dari garam, gula, dan lemak yang menggairahkan otak Anda dan membuat Anda datang kembali untuk mendapatkan lebih banyak.

Berikut adalah bagaimana mereka melakukannya ...

Bagaimana Sains Membuat Kecanduan

Ada berbagai faktor yang digunakan ilmuwan dan produsen makanan  untuk membuat makanan lebih adiktif.

Kontras dinamis
Kontras dinamis mengacu pada kombinasi sensasi yang berbeda dalam makanan yang sama. Dalam kata-kata Witherly, makanan dengan kontras dinamis memiliki:

... permukaan yang dapat dimakan yang garing diikuti oleh sesuatu yang lembut atau creamy dan penuh rasa - senyawa aktif. Formula ini berlaku untuk berbagai struktur makanan favorit kami - karamel diatas creme brulee, sepotong pizza, atau kue Oreo - kombinasi sesuatu yang garing dan lembut tersebut membuat otak terangsang dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang membuat otak senang.

Respon saliva
Air liur merupakan bagian dari pengalaman makan makanan, dan lebih jauh, semakin banyak saliva yang keluar akibat suatu makanan, maka saliva tersebut akan semakin membanjiri seluruh mulut Anda dan menutupi indera perasa Anda. Misalnya, makanan emulsi seperti mentega, cokelat, saus salad, es krim, dan mayones mendorong respon ludah yang membantu untuk menutupi papila perasa di lidah Anda dengan rasa yang nikmat. Ini adalah salah satu alasan mengapa banyak orang menikmati makanan yang memiliki saus atau glasir diatasnya. Hasilnya adalah makanan yang mendorong air liur melakukan tarian kecil kebahagiaan pada otak dan memiliki rasa lebih baik daripada orang yang tidak diberi saus.

Makanan yang cepat mencair dan menghilang kepadatan kalorinya
Makanan yang cepat menghilang atau "meleleh di mulut Anda" menyebabkan dikirimnya sinyal ke otak Anda bahwa Anda tidak makan sebanyak yang sebenarnya Anda makan. Dengan kata lain, makanan ini benar-benar memberitahu otak Anda bahwa Anda belum kenyang, meskipun Anda makan  begitu banyak kalori.

Hasilnya: Anda cenderung makan berlebihan.

Respon spesifik sensorik
Otak Anda menyukai variasi. Ketika berhadapa dengan makanan, jika Anda mengalami rasa yang sama berulang-ulang, maka kenikmatan yang Anda rasakan akan semakin berkurang. Dengan kata lain, sensitivitas sensor yang spesifik akan menurun dari waktu ke waktu. Hal ini dapat terjadi hanya dalam hitungan menit.
Junk food, dirancang untuk menghindari respon spesifik sensorik ini. Mereka menyediakan cukup rasa untuk menarik (otak Anda agar tidak bosan pada mereka), tapi itu tidak begitu merangsang respon sensorik Anda sehingga menyebabkannya tumpul. Inilah sebabnya mengapa Anda bisa menelan sekantong keripik kentang dan masih siap untuk makan yang lain. Untuk otak Anda, krisis dan sensasi makan snack selalu menarik setiap kalinya.

Kepadatan kalori. 
Junk food dirancang untuk meyakinkan otak Anda bahwa mereka dimakan untuk mendapatkan nutrisi, tetapi tidak benar-benar mengisi Anda. Reseptor di mulut Anda dan perut memberitahu otak Anda tentang campuran protein, lemak, karbohidrat dalam makanan tertentu, dan bagaimana mengisi makanan yang cukup bagi tubuh Anda. Junk food menyediakan cukup kalori sehingga otak Anda berkata, "Ya, ini akan memberi Anda beberapa energi," tapi tidak begitu banyak kalori sehingga Anda berpikir, "Sudah cukup, aku kenyang." Hasilnya adalah Anda mulai terus memakannya, namun butuh beberapa waktu untuk merasa kenyang dengannya.

Kenangan makan pengalaman masa lalu
Di sinilah psychobiology junk food benar-benar bekerja melawan Anda. Ketika Anda makan sesuatu yang lezat (katakanlah, sekantong keripik kentang), otak Anda meregister perasaan itu. Lain kali Anda melihat makanan itu, mencium bau makanan, atau bahkan membaca tentang makanan itu, otak Anda mulai memicu kenangan dan tanggapan yang datang ketika Anda memakannya. Kenangan ini sebenarnya dapat menyebabkan respon fisik seperti keluarnya air liur dan membanjirnya air liur dan keinginan untuk mendapatkannya ketika Anda berpikir tentang makanan favorit Anda.

Semua ini membawa kita pada pertanyaan yang paling penting dari semua.

Perusahaan makanan menghabiskan jutaan dolar untuk merancang makanan dengan sensasi adiktif. Apa yang dapat Anda dan saya lakukan tentang hal itu? Apakah ada cara untuk menangkal keluarnya uang, ilmu pengetahuan, dan iklan di belakang industri junk food? Baca tips menghilangkan kebiasaan makan junk food dan Cara Makan Sehat disini.

Sumber

No comments:

Post a Comment