• Petualangan dan Lingkungan

    Saturday, September 13, 2014

    Steve Jobs melarang anaknya menggunakan gadget canggih


    Pernahkah Anda membayangkan gadget seperti apa yang diberikan oleh Steve Jobs (alm.) kepada anaknya? Apakah dia selalu memberikan gadget terbaru dari Apple? atau gadget lainnya? Mungkinkah ada yang membayangkan rumah Steve Jobs dipenuhi dengan berbagai gadget canggih, mungkin layar sentuh besar yang menempel di dinding?

    Kenyataannya, Steve Jobs sangat membatasi interaksi anaknya dengan berbagai teknologi canggih seperti yang bisa kita temukan di berbagai smartphone, tablet, dsb. Bahkan, saat tablet telah di luncurkan Apple, anak Mr. Jobs tidak menggunakan gadget canggih tersebut. Hal ini diungkapkan Steve Jobs kepada Nick Bilton (seorang wartawan) dalam sebuah wawancara pada tahun 2010.

    Pada beberapa kesempatan lainnya, Bilton mendapatkan beberapa pendapat yang sama dari beberapa eksekutif atau pengusaha teknologo: mereka secara tegas membatasi waktu anak-anak mereka untuk berhadapan dengan layar, seringkali melarang penggunaan semua gadget pada malam hari sekolah dan memberikan waktu luang pada akhir pekan.

    Gaya pendidikan anak seperti ini tentu tidak lazim pada saat ini. Sebagian besar orang tua tampaknya mengambil tindakan yang sebalikanya, membiarkan anak-anak mereka untuk larut dalam tablet, smartphone and computers, siang dan malam.

    Jadi, tampaknya CEOs itu mengetahui sesuatu yang kebanyakan kita tidak.

    Chris Anderson, seorang editor dari "Wired" dan sekarang menjadi Chied excutive dari 3D Robotics, seorang pembuat drone, menerapkan pembatasan waktu dan sistem kontrol orang tua untuk semua device dalam rumahnya. " Anak-anakku mengatakan aku dan istriku berlaku fasis dan terlalu mengkhawatirkan teknologi, dan mereka mengatakan tidak ada teman mereka yang memiliki peraturan yang sama," dia mengatakan kelima anaknya berumur 6-17 tahun. "Itu dikarenakan kami telah melihat bahaya dari teknologi-teknologi tersebut. Aku telah melihatnya pada diriku sendiri, Aku tidak ingin hal yang sama terjadi pada anak-anakku."

    Apakah yang dikhawatirkan oleh praktisi-praktisi teknologi tersebut?
    Bahaya yang dimakasud oleh Anderson termasuk didalamnya ekspose terhadap konten berbahaya seperti pornografi, bully dari anak-anak lain, dan mungkin yang paling buruk, kecanduan pada gadget seperti yang dialami orang tua mereka. Anak-anak di bawah 10 tahun tampaknya sangat mudah mengalami kecanduan.

    Bagaimana dengan Anda? Apakah akan membiarkan anak-anak Anda terekspose dengan semua kecanggihan teknologi dengan segala resikonya? Ataukah akan mengikuti langkah para pembuat gadget tersebut?

    No comments:

    Post a Comment

    Fashion

    Beauty

    Travel