Breaking

Wednesday, January 14, 2015

Camping dan Hiking Ramah Lingkungan

Pohon cantik yang menjadi abu dalam beberapa jam (Dok. Zenn Febri)

Kemanapun manusia melangkah, pasti meninggalkan jejak, pasti membuat perubahan, pasti! Demikian pula jika manusia melangkahkan kakinya menuju alam bebas, untuk camping misalnya, selalu ada yang ditinggalkan. Jika demikian, untuk menjaga alam tetap lestari apakah kita harus menahan diri dari mengunjungi tempat-tempat indah di alam bebas? Padahal Allah SWT menciptakan alam ini untuk kita kelola, untuk mengelolanya tentu kita harus tahu isinya, untuk tahu isinya tentu kita harus mengunjunginya. Jadi, bagaimana kita menjaganya?

Berikut ini adalah 3 prinsip sekaligus tips untuk kita agar kegiatan camping atau hiking kita berjalan dengan bertanggung jawab dan ramah lingkungan sehingga tidak merusak alam dan isinya, sehingga alam tersebut tetap bisa kita nikmati, hingga anak cucu kita nanti.

1. Take Nothing But Picture/ Jangan Ambil Apapun Kecuali Gambar

Jika Anda camping atau hiking untuk menikmati alam, maka nikmatilah dengan bijak, jangan sembarangan mengambil dengan seenaknya. Sebisa mungkin jangan ambil apapun. Ada tiga hal yang biasanya diambil oleh orang yang camping atau hiking, yaitu bagian tumbuhan dan hewan. Sekarang mungkin ada juga yang mengambil batu.. :D
Mungkin anda berpikir "hanya satu batang pohon ini, nggak papalah!", tapi jika ada 100 orang yang berpikir demikian? Bisa dibayangkan?
Zaman dulu mungkin tidak ada alat masak seperti kompor gas atau trangia, jadi tidak masalah menggunakan kayu bakar. Tapi sekarang, dengan semakin banyak orang yang berkegiatan di alam bebas, dan sudah tersedia banyak alat masak modern untuk alam bebas, akan lebih bijak jika kita tidak menggunakan kayu.
Terkait hewan, mungkin jarang yang menangkap satwa, kecuali anda sedang dalam kondisi jungle survival, jangan menangkap hewan liar.

2. Leave Nothing But Foot Prints/ Jangan Tinggalkan Apapun Kecuali Jejak Kaki

Manusi pasti meninggalkan jejak, yang perlu kita perhatikan adalah jejak seperti apa yang kita tinggalkan. Di alam bebas atau alam liar, hanya satu yang boleh kita tinggalkan yaitu jejak kaki (atau sepatu). Bahkan jejak kaki pun sebenarnya bisa punya dampak buruk bagi alam, namun itulah jejak dalam kategori paling ringan yang bisa kita tinggalkan.
Sayangnya masih banyak pendaki atau pelaku camping yang meninggalkan sampah mereka di tempat mereka berkegiatan, seperti bungkus snack, mi instan, dan yang paling parah adalah tabung gas. Meninggalkan sampah di alam bebas atau gunung adalah sebuah kejahatan dan kezoliman terhadap orang lain. Karena dengan melakukan itu kita telah mengambil hak orang lain atas pemandangan yang indah dan lingkungan yang bersih.
Mungkin ada yang berpikir, "cuma satu kantong ini aja, nggak bakal bikin kotor dan merusak pemandangan kok!". Tapi, kalau ada 100 orang yang berpikiran seperti dia? Bisa dibayangkan?

3. Kill Nothing But Time/ Jangan Bunuh Apapun Kecuali Waktu

Maksudnya, jangan menyia-nyiakan waktu saat anda sedang berkegiatan di alam bebas. Jika ingin menghirup udara segar di hutan dan pegunungan, keluarlah dari doom atau tenda, jangan tidur melulu. Ambillah gambar pemandangan sekitar yang pasti akan menyenangkan untuk dibagikan di social media, ambil gambar selfie jika anda senang. Kumpulkan sampah-sampah yang ditinggalkan orang lain jika Anda mampu membawanya kebawah, atau bakar dengan cara yang aman.

Demikianlah sedikit tips camping dan hiking ramah lingkungan dari kami, semoga bisa bermanfaat untuk kami sendiri dan para pembaca yang budiman dan yang tidak budiman. Mari kita nikmati alam ini dengan cara yang bertanggung jawab.
Salam lestari alam!

2 comments:

  1. Seandainya semua yang traveling memegang utuh hal ini ya Mas mungkin Indonesia kita yang cantik ini akan semakin terjaga dan terpelihara kecantikannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita semua (termasuk) saya sadar dan tetap sadar mbak, mudah2n alam indonesia terjaga dengan baik sehingga tetap bisa dinikmati di masa depan...

      Delete