Breaking

Friday, February 27, 2015

Kereta Komuter Jabodetabek

Pertama kali saya menggunakan jasa KRL Commuter Line Jabodetabek (selanjutnya kita sebut kereta komuter) saya alami pada tahun 2011. Pengemis, pengamen dan pedagangan asongan yang berjejalan bersama para penumpang saat pintu kereta masih terbuka adalah hal yang biasa pada saat itu. Pengamen yang saya lihat pada waktu itu bahkan membuat saya cukup tertegun, mereka tidak bekerja sendiri-sendiri, tapi dalam grup yang bahkan bisa membuat band sendiri. Setidaknya ada lima orang dengan masing-masing orang memegang alat musik, bahkan salah seorang dari mereka membawa beberapa bagian drum "serius".

Kereta Komuter Jabodetabek
Dalam perjalanan dari Bogor menuju stasiun Jakarta Kota, kita bisa melihat keramaian pasar yang dibelah oleh rel kereta. Pemandangan yang benar-benar membuat saya takjub, sungguh berani sekali mereka berlalu lalang hilir mudik sementara ular besi - ular besi raksasa merayap kencang dalam jarak tidak lebih dari dua meter dengan mereka.

Sekarang, tahun 2015, kita tidak akan menemukan pedagang asongan di atas kereta, tidak ada rombongan pengamen yang menyita tempat di dalam gerbong, tidak ada pengemis yang berlalu lalang sambil menengadahkan tangannya, tidak ada pasar di sekitar rel kereta. Kentara sekali perubahan yang telah dilakukan oleh PT. KAI untuk kenyamanan pengguna kereta komuter.

Perubahan system ticketing

Portal Tap Tiket Elektronik - Stasiun Kereta Juanda
Pada tahun 2011, sistem ticketing kereta komuter menggunakan karcis kecil yang dibeli di loket. Untuk kereta yang berangkat dari Stasiun Bogor menuju stasiun Jakarta Kota kita harus membayar Rp. 7000,-, Kalau saya tidak salah karcisnya berwarna merah terang. Saat di atas kereta, petugas akan mendatangi penumpang satu-persatu untuk mengecek tiket sekaligus melubangi tiket dengan pelubang kertas. Sekarang sistem tiket kereta menggunakan tiket elektronik Commet (Commuter Electronic Ticketing), tarif kereta menggunakan sistem progresif, Rp2.000,- untuk 5 stasiun pertama dan bertambah Rp500,- untuk setiap 3 stasiun berikutnya.

Kenyamanan dan keamanan Stasiun

Suasana dalam Stasiun Kereta Komuter - Stasiun Jakarta Kota
Fasilitas stasiun sekarang mengikuti pengembangan sistem tiket elektronik, sehingga sekarang kita akan melihat portal di setiap pintu masuk stasiun menuju kereta. Pemberlakuan sistem tiket elektronik tampak sangat mempermudah PT KAI untuk mengendalikan orang-orang yang masuk ke dalam stasiun. Hal ini didukung oleh sejumlah personil keamanan yang standby di beberapa titik penting dalam stasiun, hal ini tentu membuat pelaku kriminal berpikir berulang kali untuk melakukan tindak kejahatan. Berdasarkan hal ini, kita bisa melihat keseriusan PT KAI untuk mengelola layanan kereta komuter dalam memberikan layanan yang baik kepada pengguna jasanya.

Salah satu bentuk peningkatan yang paling penting menurut saya dari layanan kereta komuter adalah fasilitas toilet. Dengan ribuan pengguna, toilet mungkin tampak remeh, namun sebenarnya fasilitas yang sangat vital. Dulu, menggunakan toilet dengan kondisi yang seadanya kita seolah harus mengisi kotak amal yang berada di luarnya, tapi sekarang layanan toilet gratis dengan tingkat kebersihan yang relatif baik. Bagi saya, mengelola toilet dengan serius adalah salah satu bukti keseriusan PT KAI.

Interior Kereta yang Berkelas

Interior dalam Kereta Komuter Jabodetabek
Walaupun tidak menggunakan kereta super cepat, namun kereta yang digunakan untuk mengangkut para komuter di Jabodetabek dalam kondisi yang sangat baik. Tempat duduk yang empuk, tempat bergantung banyak, lantainyapun hampir selalu bersih, karena ada petugas yang secara kontinu menyapu dan mengepel lantai.

Kondisi Sepanjang Rel Dibersihkan

Beberapa minggu yang lalu menggunakan kereta komuter, saya melihat banyak rumah-rumah non-permanen atau kios-kios yang berada di dekat rel lintasan kereta banyak yang dirobohkan. Hal ini menurut saya dapat meningkatkan keindahan area sekitar rel, juga dapat meningkatkan keamanan banyak orang. Mungkin ada yang berpendapat pembersihan tersebut adalah hal yang kejam, namun kita juga perlu melihat bahwa mungkin tanah tersebut adalah milik PT KAI yang seharusnya dikosongkan untuk meningkatkan keamanan banyak orang. Lahan sepanjang rel tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekitarnya.

Jika Anda adalah pengguna kereta komuter setiap hari, tentu tahu dengan perubahan-perubahan diatas, untuk anda yang sudah lama tidak menggunakannya, mungkin bisa mencoba lagi layanan kereta komuter Jabodetabek dan rasakan bedanya.

Demikianlah sedikit cerita tentang kereta komuter ini, mungkin tidak terlalu penting, tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat, Aamiin.

2 comments:

  1. jadi nyaman sekali ya naik KRL itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya merasa jauh lebih tenang dengan naik KRL gan, jelas berhenti dimana, murah, tinggal nyari-nyari sambungannya pakai apa menuju tempat yang dituju...

      Delete