Breaking

Thursday, February 13, 2014

Fenomena Petir diatas Gunung Kelud

Dulu saya mengira pemandangan petir diatas gunung berapi yang sedang meletus itu hanya terlihat di film-film, ternyata film-film tersebut terinspirasi dari fenomena alam yang nyata. Petir-petir tersebut tentu adalah fenomena alam yang menarik, sekaligus cukup menyeramkan, menurut saya. Namun kemunculannya akan mengundang tanda tanya, mengapa petir itu muncul? atau, bagaimana petir itu muncul?

Barusan saya membaca artikel dari salah satu media online berinisial V yang di share teman saya di fb juga. Namun, setelah membaca, saya sangat kurang puas dengan penjelasan dari artikel tersebut, bukannya sok ilmiah, tetapi menurut saya penjelasannya terlalu dangkal, karena itu saya mencoba mencari penjelasan lain. Lalu saya dapatkan berita, tentang letusan gunung berapi di Chili pada tahun 2011 yang disertai petir, fotonya sungguh mencengangkan, namun perlu di perhatikan bahwa foto tersebut di ambil dengan long exposure. Fotonye sebagai berikut.

Sebuah fakta yang menarik, ternyata hingga saat ini sudah ada 150 catatan tentang munculnya petir tetap diatas kawah gunung yang sedang meletus. Salah satu peristiwa yang paling banyak dipelajari adalah peristiwa meletusnya gunung St. Helens di negara bagian Washington, diatas erupsi gunung tersebut, petir terjadi hampir setiap detik.

Petir-petir tersebut memang sangat luar biasa dan menarik, namun tidak benar-benar dipahami oleh banyak ilmuan. Kebanyakan ilmuan pada saat ini lebih cenderung pada penjelasan bahwa petir di atas erupsi gunung berapi terjadi akibat gesekan partikel-partikel abu yang menghasilkan listrik statis yang memicu terjadinya percikan listrik.

Pendapat yang berbeda di ajukan oleh Earle Williams dari MIT dan Stephen McNutt dari Universitas Alaska. Mereka berpendapat petir yang muncul di atas erupsi gunung berapi berasal dari interaksi antara air dan es seperti petir pada umunya. Menurut mereka, petir pada peristiwa erupsi gunung berapi adalah petir yang muncul dari badai yang bercampur dengan debu erupsi.

Bersambung

Gambar: Alif/detikcom

No comments:

Post a Comment

Adbox