Breaking

Saturday, March 22, 2014

Hari Air Sedunia : Air di Indonesia

Akifitas PETI di Kalimantan
Banyak sekali hari yang diperingati oleh masyarakat dunia, salah satunya adalah hari ini, Hari Air Sedunia. Hari Air sedunia pertama kali diperingati pada 22 Maret 1993 setelah diumumkan pada Sidang Umum PBB ke-47 di Rio, Brazil tahun 1992. Ditetapkannya Hari Air Sedunia dikarenakan kondisi air dunia yang semakin memprihatinkan. Penetapan ini ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat dunia akan pentingnya air bagi lingkungan dan kemanusiaan, serta pentingnya cara-cara pemanfaatan air secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Jika dunia telah mencanangkan Hari Air Sedunia untuk melindungi air, bagaimana bangsa Indonesia memperlakukan air?

Sebagian besar kota di Indonesia adalah kota yang berkembang dari peradaban sungai. Ironisnya, banyak kota di Indonesia yang seharusnya menjadi sahabat air justru menjadi musuh karena kurangnya perhatian terhadap lingkungan. Kurangnya ruang terbuka hijau menghilangkan jalan air untuk meresap kedalam tanah, air juga tidak bisa menemukan tempatnya untuk mengalir melalui saluran-saluran drainase. Bahkan penutupan saluran drainase untuk memperluas lahan sangat jamak kita lihat di berbagai kota. Bersamaan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah-pemerintah kota yang kurang ramah lingkungan, kurangnya kesadaran sebagian besar masyarakat untuk membuang sampah pada tempat sampah menjadikan sungai sebagai tempat sampah yang sangat panjang. Hasilnya, air mencari jalannya sendiri di permukaan sehingga menyebabkan banjir.

Tahukah Anda bahwa satu dari sepuluh sungai paling terpolusi di dunia ada di Indonesia? Sungai tersebut adalah sungai Citarum yang terdapat di Jawa Barat. Tingginya kecepatan pertambahan penduduk menyebabkan sungai ini sangat tercemar. Berbagai jenis sampah menumpuk di sungai ini, mulai dari sampah rumah tangga hingga sampah industri. Siapa saja yang melakukan kontak langsung dengan sungai ini akan terancam kesehatannya.

Apakah hanya sungai di kawasan padat penduduk yang tercemar? Ternyata tidak. Sungai-sungai yang sangat jauh dari kawasan padat penduduk pun banyak yang sudah tercemar, sungai-sungai tersebut kebanyakan berada di Pulau Kalimantan. Maraknya aktifitas PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) di Kalimantan menyebabkan banyak sungai tercemar oleh merkuri sehingga menyebabkan penyakit yang mungkin akan terlihat dampaknya secara nyata beberapa tahun mendatang. Lain di Kalimantan, lain di Papua, beberapa sungai menjadi tempat pembuangan tailing tambang perusahaan yang beroperasi secara legal.

Masalah-masalah tentang air diatas memang sangat kompleks dan usaha untuk memperbaiki dan melindungi kualitas air di lingkungan kita bukan perkara mudah, tapi bukan kemudian menjadikan kita pasif dan pasrah dengan keadaan. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk ikut melestarikan air dan lingkungan kita, tidak harus jadi pemerintah atau jadi aktifis lingkungan dan bergabung di WWF atau lembaga-lembaga pelestari lingkungan lainnya. Kita bisa membantu pemerintah dan lembaga-lembaga pelestari lingkungan tersebut, dan tentu saja membantu diri kita sendiri dengan melakukan sesuatu mulai dari apa yang kita senangi. Jika Anda adalah seorang blogger, mulailah dari mengajak orang lain untuk menjaga kelestarian lingkungan Anda melalui blog Anda seperti yang saya coba lakukan melalui blog ini. Sampaikan kepada orang lain untuk  menjaga lingkungannya, untuk tidak membuang sampah ke sungai, untuk menghemat air dirumah, untuk menanam pohon di halaman rumah, atau aktifitas lainnya yang dapat membuat lingkungan kita lebih baik.

Sekecil apapun yang kita lakukan, pasti memiliki arti bagi lingkungan kita. Biasakan diri kita sendiri untuk ramah lingkungan, dari yang kecil, dari sekarang. Salam lestari.

Kredit gambar:
Delyanet Karmoni

No comments:

Post a Comment

Adbox