• Petualangan dan Lingkungan

    Tuesday, September 2, 2014

    Objek Wisata Alam Gunung Lumut

    Air Terjun Une, Kawasan Gunung Lumut
    Sumber: Mongabay.com
    Hutan Lindung Gunung Lumut (HLGL) merupakan satu dari empat hutan lindung yang berada di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Kawasan ini terletak diarah timur laut Tanah Grogot ibukota Kabupaten Paser yang berjarak kurang lebih ± 84 km dari Penajam Paser Utara. Kekhasan kawasan HLGL paling utama yang dimiliki adalah tumbuhan lumut yang tumbuh dengan subur dan lebat memenuhi pepohonan dan permukaan bebatuan yang sangat indah terdapat di puncak Gunung Lumut, yang menjadi alasan penamaan kawasan hutan ini sebagai Gunung Lumut.

    Pengunjung dapat merasakan sejuknya hawa pegunungan dan hamparan pohon berdiameter kecil ± 15 m yang didominasi oleh pohon-pohon dari jenis Dipterocarpaceae berdiameter ± 50-150 cm, suasana ini dapat dinikmati mulai dari ketinggian ± 400-1100 mdpl, pengunjung akan menemui pohon-pohon yang beragam ukuran dan jenisnya. Seluruh tubuh pohon yang diselimuti lumut yang tebal. Suasana lembab dan minimnya intensitas cahaya matahari yang menembus lantai hutan serta hembusan angin kencang, semakin menambah kesan angker dan mistisnya Gunung Lumut. Tebal lumut yang mencapai ± 10-35 cm menyebabkan pohon berlumut mampu menyimpan air hujan, menghasilkan oksigen dalam jumlah yang banyak dan menambah kelembaban hutan puncak Gunung Lumut. Konon, dijumpai udang dan kepiting di dalam lumut.

    Perjalanan menuju Pundan Tengaran yang terletak pada ketinggian ± 1.100 mdpl. Semakin menuju Pundan Tengaran, semakin terasa hembusan angin yang semakin kencang dan dingin, disertai langit mendung seakan hendak hujan. Cuaca selama pendakian Gunung Lumut, konon menurut masyarakat susah ditebak. Setiap pendaki disuguhkan pada cuaca Gunung Lumut yang berbeda-beda selama pendakian, tergantung pada Sang Pengoasa Gunung Lumut yang disebut “Kepala Adat”.

    Jika “Kepala Adat” mengijinkan maka cuaca berarti baik. Pemandangan yang dapat dinikmati di puncak Gunung Lumut berupa hamparan hutan dengan pepohonan yang tertutup lumut tebal, dan dipenuhi oleh vegetasi yang lebat dan beranekaragam jenis tumbuh-tumbuhan dengan gugusan pegunungan. Serta adanya tanda titik puncak yang disemen. Konon, tanda titik puncak disemen karena di dalamnya terdapat harta karun Dayak Paser yang telah ada sejak jaman nenek moyang. Puncak Gunung Lumut berada pada ketinggian ± 1.233 mdpl, perjalanan dari Sungai Anjur-puncak Gunung Lumut yang dapat ditempuh selama ± 11 jam perjalanan pergi-pulang, dapat dilihat pada.

    Kondisi hutannya dipandang masih asli, dengan ditemukannya pula berbagai macam flora dan fauna serta berbagai obyek wisata lainnya seperti air terjun, sungai, dan pemandangan alam puncak Gunung Lumut di kawasan ini ditemukan pula pemukiman tradisional suku muluy.

    Air Terjun Une
    Air terjun ini letaknya di kaki gunung lumut dengan suasana sekitarnya yang alami. Ketinggian Air Terjun Une ± 5 meter dan airnya mengalir di permukaan batu, aliran air ini membentuk ukiran-ukiran pada permukaan batu yang dilalui dan cukup menarik untuk dilihat. Masyarakat Desa Swanslutung khususnya Dusun Muluy sudah menggunakan air terjun Une sebagai alat untuk pembangkit listrik mereka dari Turbin.

    Air Terjun Tiwei
    Letaknya di Desa Tiwei, ± 3 km dan ± 1 jam perjalanan dari pusat desa merupakan obyek wisata yang favorit untuk berlibur, sambil menikmati pesona alam yang indah dan hawa yang sejuk. Objek wisata ini sudah memiliki fasilitas seperti warung makan untuk pengunjung, gazebo, serta tempat parkir.

    Air Terjun Nango
    Air Terjun Nango merupakan Objek wisata alam yang unik dan menarik dengan potensi pemandangan indah dengan arus yang cukup deras. Dibawah air terjun ini kolam yang sedangkan bagian atasnya adalah muara sungai yang berhulu di dalam goa, dengan ke dalaman ± 1,5 m serta dihiasi bebatuan yang berundak-undak dan ditutupi oleh lumut besar dan unik. Dalam perjalanan menuju lokasi mata pengunjung akan dimanjakan dengan ladang masyarakat, vegetasi hutan sekunder dan primer yang didominasi oleh tanaman Biwan, pohon Bangris tua (penghasil madu alam) yang merupakan pengalaman wisata alam yang sayang apabila terlewatkan. Air Terjun ini merupakan hilir dari Muara Nango, untuk mencapai muara sungai Nango pengunjung harus menaiki air terjun Nango dengan memanjat akar di samping air terjun untuk mencapai di atas Muara dan Goa Nango.

    Liang Nango
    Pemberian nama Liang Muara Sungai Nango karena liang tersebut berada di dalam kawasan Muara Sungai Nango. Untuk dapat masuk ke liang, harus memanjat mulut liang setinggi ± 1,5 meter. Terdapat dua lorong di dalam liang yaitu lorong pertama berbentuk vertikal dan lorong kedua berbentuk horizontal. Lorong pertama tidak dapat dilalui karena lorong vertikal dengan kemiringan 90 derajat dan kondisi tanah liat yang remah. Lorong kedua memiliki panjang ± 20 m dari mulut liang, berupa lorong sempit berdiameter ± 1 m, dengan tanah liat yang telah mengalami patahan selebar ± 10 cm dan dalam ± 40 cm. Lorong hanya muat dilewati satu orang, dengan posisi jalan miring. Di dalam goa ini dapat di temui beberapa jenis fauna misalnya Laba-laba dan Lenawai kecil.

    Goa Tengkorak
    Desa Kasungai memiliki Goa Tengkorak yang merupakan tempat mengubur orang-orang penganut kepercayaan animisme sebelum masuknya pengaruh Agama Hindu dan Agama Islam di Kerajaan Paser, terdapat ± 35 tengkorak dalam gua ini, beberapa diantaranya sudah tidak utuh lagi. Goa Tengkorak berbentuk cekungan, yang terletak di punggung bukit tebing batu dengan ketinggian ± 20 meter. Untuk mencapai gua ini pengunjung harus menaiki tangga kayu  terlebih dahulu. Tengkorak manusia di dalamnya berasal dari zaman Kaharingan dan juga merupakan situs peninggalan sejarah nenek moyang. Pada bagian serambi goa dihiasi stalagtit dan stalagmit yang indah. Pemandangan yang dapat dinikmati dari Goa tengkorak adalah keindahan Gunung Loyang, Sungai Kesungai dan Sungai Semao. Selain itu juga dapat mendengar kicauan burung Gagak, Enggang, Elang dan burung-burung lainnya. Goa ini berjarak ± 700 meter dengan waktu tempuh ± 30 menit. Untuk menuju lokasi pengunjung dapat melewati dua jembatan dan dua sungai yaitu Sungai Semao dan Sungai Kesungai, pengunjung akan melihat kuburan masyarakat Kasungai yang sudah menganut ajaran Agama Islam. Goa Tengkorak ini berada di sekitar kawasan HLGL dan sudah dikelola oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Paser. Kondisi sekitar wilayah kawasan Goa Tengkorak cukup baik walaupun masih memerlukan perawatan dan pengawasan secara lebih kontinyu untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung.

    Goa Loyang
    Keindahan Goa Loyang dapat terlihat dari kejauhan dengan batu yang besar dan pepohonan yang rindang, Goa Loyang tersebut merupakan hasil temuan masyarakat Desa Kasungai yang bernama Lojang. Keunikannya adalah ruangan pertama dari mulut goa berukuran besar dan menyerupai loyang terbalik. Saat berada di dalam goa pengunjung dapat melihat ruangan yang besar seperti loyang yang terbalik. Ada dua jalur untuk berjalan-jalan dengan beberapa pintu keluar, jalur pertama menuju puncak gunung setinggi ± 110 mdpl dan jalur kedua yang merupakan kombinasi jalan hutan dan jalan dalam goa. Jalur pertama menyuguhkan pemandangan alam yang sangat luar biasa. Pengunjung dapat melihat seluruh wilayah Kecamatan Batu Sopang, komplek pertambangan batu bara PT. Kideco dan sekitarnya, beserta seluruh gugusan pegunungan yang eksotis. Sedangkan jalur kedua menyajikan penelusuran goa yang menantang dan unik. Liang tanduk dan liang serawu merupakan dua ruangan utama dalam goa. Fauna yang terdapat di dalam goa yaitu kelelawar, walet dan laba-laba. Sedangkan fauna yang dijumpai di sekitar goa antara lain burung Punai tanah, Terantang, Pipit, Teruak Gonggong, Engkutong, Enggang, Gagak dan Bubut. Goa ini berjarak ± 400 m dengan waktu tempuh ± 20 menit dari Desa Kasungai. Fasilitas yang tersedia antara lain akses menuju goa yang sudah diaspal dan dalam keadaan baik, loket karcis, tempat pertunjukan, kantin, gazebo dan tempat parkir. Goa Loyang ini juga sudah di kelola oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Paser.

    2 comments:

    Fashion

    Beauty

    Travel