Breaking

Thursday, March 31, 2016

Kekayaan Alam Danau Merebung, Meliau, Kapuas Hulu

Jeritan bekantan memecah kesunyian diatas air yang berwarna merah pekat bahkan hitam. Setelah jeritan itu selesai, hanya suara kita yang akan terdengar ditelinga. Sriganti hilir mudik antara sarang dan bunga-bunga yang  menyediakan nektar untuknya. Kecuali burung-burung bernyanyi bersahut-sahutan, itupun hanya pada waktu pagi atau hari menjelang gelap, suasana akan sangat-sangat tenang, hening. Ketenangan yang kadang, mungkin, bisa membuat anda merasa sangat aneh jika anda terbiasa dengan keramaian kota.

Ketenangan itu bisa anda rasakan di Danau Merebung, suatu danau yang dilindungi masyarakat lokal untuk menjaga kelestarian alam dan kekayaan sumber daya alam mereka. Danau Merebung terletak di Dusun Meliau, Desa Melembah, Kapuas Hulu. Danau ini berada satu hamparan dengan Danau Sentarum, lebih tepatnya lagi berada di tepian batas Taman Nasional Danau Sentarum sebelah timur.

merebung, melembah, meliau, tomistoma, fishing
Kondisi Vegetasi di Jalur Masuk Danau Merebung
Ditinjau dari salah satu aspek pendukung pengembangan wisata, yaitu aksesibilitas, Danau Merebung memang termasuk daerah terpencil, jauh, atau remote kata orang bule. Namun, posisinya yang jauh tersebut bisa justru menjadi salah satu keunggulan kawasan ini. Letaknya yang jauh menjadikan kawasan ini relatif terlindungi dari potensi kerusakan yang bisa terjadi, baik dari pihak luar yang ingin mengeksploitasi, maupun wisatawan ababil yang kurang sadar dengan kelestarian alam. Dengan kata lain, karena letaknya yang tidak dekat dengan keramaian, wisata di danau Merebung berkembang sebagai wisata eksklusif dan atau wisata minat khusus. Faktanya, Danau Merebung memang telah dikembangkan sebagai objek wisata oleh masyarakat Desa Melembah dengan didukung pemerintah dan beberapa lembaga swadaya masyarakat seperti WWF-Indonesia dan KOMPAKH. Jadi apakah yang menarik dari Danau Merebung sehingga layak dikembangkan sebagai objek wisata?
Baca juga:
Memelihara dan Mengkonservasi Biodiversitas
Objek Wisata di Kalimantan Barat
Camping dan Hiking Ramah Lingkungan

Sebagaimana jamak diketahui masyarakat Kalimantan Barat hingga masyarakat dunia, Kapuas Hulu yang masuk dalam kawasan Heart of Borneo merupakan salah satu pusat sebaran biodiversitas dunia, relief permukaan bumi yang khas menjadikan bentang alam diatasnya unik. Mulai dari area pegunungan hingga 2000 mdpl, hingga cekungan-cekungan yang menjadi area jebakan air sejak jutaan tahun lalu. Keunikan keanekaragaman hayati dan bentang alam inilah yang menjadi daya tarik dari Kabupaten Kapuas Hulu, dan Danau Merebung adalah salah satu bagian dari kekayaan Kapuas Hulu.
Pemandangan Danau Belaram, tidak jauh dari Danau Merebung
Danau Merebung merupakan bagian dari komplek Danau Sentarum yang menjadi cadangan pasokan air Sungai Kapuas pada musim kemarau. Kedalaman danau ini sekitar tiga meter, pada musim kemarau kedalaman ini hampir tidak berubah kecuali sedikit. Kondisi ini mungkin dipengaruhi kondisi gambut yang masih sangat terjaga sehingga air tidak hilang dengan cepat pada saat air Sungai Kapuas surut. Air yang tetap stabil pada setiap musim tentu sangat mendukung kehidupan berbagai jenis biota air didalamnya, termasuk juga satwa-satwa liar yang tinggal di sekitarnya.

Potensi ikan di danau inilah yang dimanfaatkan masyarakat dalam program wisata yang mereka kembangkan, yaitu wisata minat khusus memancing. Beberapa jenis ikan yang bisa ditemui di danau ini antara lain Toman, Kerandang (Gabus Bunga), Piyang (Gabus Batik), Piyam, bahkan ikan Arwana masih bisa ditemui di danau ini.  Mayoritas pengunjung danau Merebung datang untuk memancing. Kesepakatan masyarakat untuk melindungi danau dan pemanfaatan sumber daya ikan secara terkendali mendatangkan keuntungan bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Tangkapan Ikan Toman di Danau Merebung
Selain sumber daya ikan, satwa liar menarik lainnya adalah jenis primata, terutama Orang Utan dan Bekantan. Orang Utan di sekitar danau Merebung telah lama menjadi objek penelitian banyak ahli primata, termasuk dari lembaga swadaya masyarakat seperti WWF dan Forina. WWF sendiri memiliki camp penelitian orang utan di atas bukit tidak jauh dari danau. Untuk bekantan, mungkin tidak terlalu banyak penelitian yang dilakukan tentang mereka di danau Merebung. Seperti diceritakan diawal, jika beruntung kita bisa mendengar suara jeritan mereka saat pagi atau petang hari. Mungkin anda bisa melihatnya jika membawa teropong.

Satwa menarik lain dari danau ini adalah Buaya Senyulong yang juga terancam kelestariannya. Danau merebung merupakan salah satu habitat yang sangat sesuai untuk spesies buaya bermoncong panjang ini. Rendahnya intensitas keberadaan manusia dan sumber pakan yang melimpah menjadi faktor pendukung untuk reptil yang satu ini. Buaya Senyulong atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai False Gharial termasuk dalam kategori rentan oleh IUCN.

Tidak hanya satwa liar yang eksotis, Danau Merebung juga memiliki keanekaragaman flora yang sangat menarik. Berbagai spesies Nepenthes tumbuh dengan sangat baik di tepian danau yang kebanyakan merupakan rumpun yang mengapung diatas air. Suhu udara dan tingkat kelembaban yang pas menjadikan Danau Merebung sebagai habitat kantung semar yang sangat baik, berbagai jenis anggrek juga cukup mudah di temukan disekitar tepian danau ini.
Baca juga:
Nepenthes kurang Perhatian

Nepenthes bicalcarata
Salah satu fenomena alam yang paling menarik dari danau Merebung adalah adanya pulau terapung. Seperti disampaikan sebelumnya, tepian danau Merebung hingga beberapa meter sebenarnya terapung. Selain yang menempel pada tepian danau, ada juga bagian semak yang mengapung bebas di atas permukaan danau sehingga tampak sebagai pulau. Pulau-pulau ini bergerak mengikuti arus sungai atau arah angin. Kadang ia akan menyapa anda di tepi danau, beberapa jam kemudian ia bisa sampai ditengah danau, seperti menatap dan mengawasi dalam tenang dan diam.

floating island, meliau, melembah, fishing spot,
Pulau Terapung

Floating House Danau Merebung
Tertarik dengan tempat ini? Anda bisa terbang dari Pontianak selama 1-1,5 jam (tergantung cuaca) atau menggunakan Bus selama lebih kurang 13-14 jam sampai kota Putussibau. Dari Putussibau disambung perjalan bus selama tiga jam sampai Lanjak. Dari Lanjak perjalanan dilakukan lewat air  menggunakan speedboat selama lebih kurang tiga jam untuk sampai di desa Melemba Dusun Meliau. Dari Meliau, masyarakat setempat yang sudah menyediakan program ekowisata untuk pengunjung akan mengantarkan anda ke danau Merebung. Di salah satu sisi Danau Merebung terdapat floating house yang biasanya digunakan oleh wisatawan untuk istirahat dan bermalam. Kondisinya pada saat ini relatif masih sangat baik dan layak huni. Sesampainya disana, nikmatilah kekayaan alam Borneo yang luar biasa.

No comments:

Post a Comment

Adbox